Halo teman-teman TJoG!

Tulisan kali ini, gue akan membahas sedikit tentang salah satu tokoh kepustakawanan di Indonesia. Ternyata masih banyak yang belum tau loh tentang beliau, termasuk gue ini. Wahh pr nih buat kita para calon pengelola sumber informasi, mencari tahu dan mengkaji lebih lanjut terkait tokoh yang berjasa di bidang kepustakawanan. 

Langsung aja deh yuk, ber...bagi... cerita👀

Raden Patah, Tokoh Kepustakawanan sebelum Terbentuknya Perpustakaan Nasional

Sumber :
 Pembahasan FGD Penelitian Sejarah #4 bertema
"Sejarah Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Indonesia dari Masa ke Masa"
Kamis, 27 Mei 2021


Menurut pembahasan yang dilakukan pada zoom meeting, disebutkan "Banyak tokoh pustakawan yang sebenarnya memberikan jasa yang begitu besar bagi negara kita. Salah satunya adalah toko perpustakaan yang sangat terkenal di kalangan pustakawan Indonesia, yaitu Ibu Mastini. Di samping Bu Mastini, banyak tokoh dalam sejarah perpustakaan yang belum diketahui masyarakat." Ujar Pustakawan Ahli Madya Perpusnas Atikah. Salah satu tokoh kepustakawan yang jarang dikaji, baik oleh peneliti maupun pustakawan adalah Raden Patah. Pustakawan Atikah mengkaji tulisan Sulistyo Basuki mengenai sejarah Perpustakaan Nasional. Tulisan tersebut menyebutkan bahwa Raden Patah pernah menulis laporan berjudul "A Report on a Survey and Recommendation for the Establishment of a National Library Service in Indonesia" bersama A. G. W. Dunnigham untuk UNESCO pada tahun 1953. Atikah juga melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sosok Raden Patah dengan menggali sumber-sumber dari koleksi surat kabar langka Perpustakaan Nasional dan sumber digital yang diakses secara during.

Raden Patah merupakan seorang pustakawan otodidak Indonesia yang menjadi perantara perpustakaan yang dikunjungi di pulau Jawa dan Sumatera. Raden Patah pernah bekerja di perpustakaan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen dan mendirikan Perpustakaan Negara di Yogyakarta. Beliau pernah diundang sebagai pembicara dalam konferensi perpustakaan di India tahun 1951 dan mendapat undangan dari tokoh pustakawan asal India, yaitu Prof. (S.R.) Ranganathan. Raden Patah didaulat untuk berpidato serta mendapat sambutan dan apresiasi yang luar biasa. Raden Patah juga diketahui aktif di perkumpulan Kepanduan Bangsa Indonesai bersama dengan dr. Muwardi dan Sugandi (tokoh Sumpah Pemuda). Pernyataan berita tersebut tertulis pada Surat Kabar Kedaulatan Rakyar, 1 Juni 1951.

Menurut Sulistyo Basuki, Raden Patah menguasi masalah teknis kepustakawanan, khususnya yang berkitan dengan katalogisasi dan peristilahan. Oleh karena itu, Raden Patah ditunjuk sebagai anggota Dewan Perpustakaan Nasional bersama-sama dengan O.D. P. Sihombing, Soemarni Kartadiredja, dan Ong Hjan Hoey. Dewan Perpustakaan Nasional dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan tanggal 25  Maret 1955 Nomor 17287/KaB./1955 sebagai salah satu hasil dari Kongres Perpustakaan seluruh Indonesia tahun 1954. Dewan Perpustakaan Nasional dibentuk oleh Mr. Muh Yamin pada 1955. Dewan ini bertugas untuk menyelenggarakan pembangunan kerja sama dan koordinasi antarperpustakaan di Indonesia, serta mendirikan Perpustakaan Nasional.

Bukti Belum Banyak yang Tahu 

Hal ini dialami oleh Guru Besar Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia, Sulityo Basuki. Beliau pernah menugasi mahasiswanya untuk membuat bigorafi Radeh Patah. "Ternyata Raden Patah yang dibahas mereka adalah yang berasal dari Demak, dikenal sebagai Sunan Jin Bun. Padahal yang saya maksudkan Raden Patah dari Yogyakarta. Ternyata tidak seorang pun yang tahu," ujarnya pada diskusi FGD #4.

Penulis juga merasa kekurangan informasi dalam menulis postingan ini, karena keterbatasan informasi yang dicari, keyword dan search engine yang hanya menampilkan Raden Patah Demak dan tidak memuat literature yang membahas tentang Raden Patah Yogyakarta. Gue rasa sih memang benar belum banyak yang mengkaji dan informasi dapat dicari melalui berita dan tulisan lama yang mungkin sekarang sudah menjadi arsip nasional.


Itu dia teman-teman, sekilas tulisan mengenai sosok Raden Patah, seorang pustakawan yang tidak banyak dikenal khalayak. Semoga dengan membaca tulisan ini, menjadi jembatan kalian dalam keingintahuan menggali tokoh-tokoh yang berjasa lainnya dalam dunia perpustakaan Indonesia.

Sampai ketemu dipostingan berikutnya, ya!  🎨🍳🧘‍♀️

With love,
Raharry