Halo teman-teman TJoG! 

Dipostingan kali ini, gue akan berbagi salah satu pengalaman beserta pembelajaran yang seru loh! Yaitu kegiatan "Kejar Pahala Ramadhan" yang gue dan kawan-kawan lakukan setiap tahunnya selama 7 tahun terakhir. 

Kegiatan ini merupakan bentuk ekspresi gue dan kawan-kawan yang sedang digempur huru-hara berita UNBK saat itu, yaps saat kami duduk di bangku SMP tepatnya. 

Langsung aja deh yuk, ber...bagi... cerita👀


Anak SMP Sekolah-Pulang, Sekolah-Pulang? Ya, Kegiatan Sosial LAHHHHH


Awal mula tercetus ide "Kejar Pahala Ramadhan" sebenarnya karena celotehan iseng tujuh tahun lalu, saat itu gue dan kawan-kawan sudah terlebih dulu diajak untuk berkontribusi dalam kegiatan sebar takjil yang dilakukan oleh kakak kelas. Karena, melihat kegiatan tersebut sukses dan kami merasa peDe bisa ngejalanin sendiri, tanpa basa-basi setahun setelah ikut berkontribusi, kami langsung bergerak untuk mengadakan kegiatan yang sama. 

Kira-kira hal apa yang pertama kami lakuin? let it flow? modal nekat saja? oh tentu tidak, dengan semangat membara dan melihat latar belakang kawan-kawan gue yang memang 'si manusia aktif' dan 'para makhluk sosial' ini, mulailah mengajak teman kelas masing-masing untuk berpartisipasi dalam acara pertama ini. Fyi, gue sama kawan-kawan beda kelas dan kenapa kami bisa saling kenal? Karena ide konyol tiba-tiba ke Dufan. Eits, balik lagi ke laptop. Di tahun pertama ini, selain mengajak dan mempromosikan di media sosial, kami sangat memikirkan hal utama dari kesuksesan kegiatan ini. Apa tuu? Uang. Sempat terbenak dipikiran, "gimana ya caranya anak SMP dapat uang banyak dalam waktu yang cukup singkat. Apa kalau penggalangan dana pada percaya?". Ternyata semua itu terjawab, konsep 'dari kita untuk sesama' melahirkan manusia-manusia berjiwa sosial tinggi, seribu duaribu terkumpul dari donasi yang kami galang setiap sepulang sekolah di depan pintu gerbang. Tak hanya itu, door to door yang kami giatkan juga berbuah manis, begitu banyak manusia berjiwa sosial diluar dugaan kami. Senang rasanya, tak sampai disitu, kami dengan semangat bersekutu dengan 'si preman pasar' untuk membantu dalam penggalangan dana di kawasannya. Tidak lupa sesekali cekcok dengan 'pengamen sos' karena beliau merasa kami merebut daerah kekuasaannya. "Alhamdulillah lancar dan sukses" ucap kami.

Ternyata tidak sampai disini saja, tahun ke tahun semangat terus berkobar. Semakin banyak yang melirik kegiatan ini, semakin banyak pula yang tertarik untuk gabung berbagi untuk sesama. Dengan personil yang bertambah setiap tahunnya, walau beberapa silih beganti karena kesibukan masing-masing, kegiatan "Kejar Pahala Ramadhan" ini terus berlangsung selama tujuh tahun lamanya, InsyaAllah akan terus berlanjut dengan konsep dan inovasi yang berbeda. Aamiin.

Kembali lagi, di tahun kedua dan ketiga, konsep kegiatan masih sama, yakni sebar takjil. Namun, kami memperluas jangkauan, berbagi 1000 takjil, dan memberikan amplop berisikan sejumlah uang untuk fakir miskir yang kami temukan di jalan. Untuk di tahun keempat, pandemi Covid-19 menyerang. Nyatanya tidak menyurutkan semangat kami untuk berbagi, kami mengubah konsep kami yang mulanya sebar takjil di beberapa titik menjadi berbagi sembako untuk sekitar. Target kami kali ini adalah keluarga yang terkena dampak Covid-19, beberapa ada yang terkena PHK dan ada juga tidak bisa berjualan. Alhamdulillah disambut haru bahagia serta rasa terima kasih yang dalam untuk kami. Rasa syukur yang begitu dalam kami ucapkan karena masih bisa untuk berbagi di dalam keadaan seperti ini. Begitupun ditahun kelima, pandemi Covid-19 sudah perlahan mereda. Aktivitas sudah mulai pulih lambat laun, akhirnya dengan banyak pertimbangan kami kembali kepada konsep awal, yaitu sebar takjil. Bedanya, sebar takjil tahun ini kami memilih pengumpulan dana 'dari kita-kita aja', jadi hanya orang-orang terdekat saja yang ikut berpartisipasi, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk orang lain ikut berpartisipasi karena kami masih tetap share di media sosial.

Pada tahun berikutnya, tahun keenam dan ketujuh, dimana keadaan sudah sangat membaik. Kami mulai mengajak dan mempromosikannya kembali, banyak teman-teman baru yang ikut serta. Karena ditahun ini, kami sudah masuk ke jenjang perkuliahan yang dimana artinya banyak teman baru yang dapat kami ajak untuk berpartisipasi. Di dua tahun ini kami juga menyisihkan sebagian dana yang terkumpul untuk disumbangkan ke panti asuhan.

Dan di tahun yang akan datang (semogaaaa) InsyaAllah 2024 dan seterusnya, harapan dari gue semoga silaturahmi dan jiwa sosial kita akan terus abadi (iya tau, gk ada yg abadi🙏h3h3). Semakin banyak tumbuh manusia berjiwa sosial yang aktif dan inovatif. Dan kalau bisa, setidaknya buat manajemen organisasi lah, bingung juga kan kalau ditanya orang-orang kegiatan ini atas nama siapa, wkwk.

Oiya, perlu diingat berbagi tidak perlu menunggu bulan Ramadhan ya teman-teman! Kapanpun, dimanapun, berapapun, dan dalam bentuk apapun bisa loh!

 Yuk sama-sama belajar berbagi!

Nah sekian dulu ya teman-teman, tulisan kecil dari gue, semoga dengan membaca ini kalian bisa mendapat pembelajaran yang baru. 
Sampai ketemu dipostingan berikutnya, ya! 🎨🍳🧘‍♀️

With love,
Raharry